Tampilkan postingan dengan label dokter paru terbaik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokter paru terbaik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juni 2013

Bahaya Merokok Setelah Bangun Tidur

Bahaya Merokok Setelah Bangun Tidur -Para ahli kesehatan sudah memperingatkan bahwa merokok meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.



Dan risikonya akan semakin tinggi tergantung waktu perokok menghisap rokoknya.

Para ilmuwan dari Penn State College of Medicine di Pennsylvania menegaskan untuk tidak merokok di pagi hari.

Pasalnya, perokok yang selalu merokok setelah bangun tidur lebih mungkin terkena kanker paru-paru.

Dalam Journal of Cancer mencatat bahwa nikotin yang dihisap sekitar 30 menit setelah bangun memberikan efek dua kali lipat lebih berbahaya pada paru-paru.

"Para perokok ini lebih mungkin memiliki tingkat nikotin dan racun lainnya lebih tinggi dalam darah tubuh mereka, dan membuat mereka jauh lebih kecanduan," ungkap pemimpin penelitian Dr. Joshua Muscat, dilansir dari BBC News(dokter paru terbaik)

Angin Malam Sebabkan Penyakit Paru-paru Basah?

Angin Malam Sebabkan Penyakit Paru-paru Basah? Paparan angin malam disebut-sebut dapat menyebabkan seseorang menderita paru-paru basah. Benarkah pemahaman masyarakat tersebut?


Ahli kesehatan dr. Rifsia Ajani Husen mengatakan, paru-paru basah yang dimaksud adalah pneumonia. Tentu tidak tepat seandainya ada anggapan di masyarakat bahwa hal itu disebabkan oleh angin malam.

“Pneumonia disebabkan terjadinya infeksi dari bakteri, virus, microplasma, jamur, berbagai senyawa kimia dan partikel,” katanya.

Pneumonia merupakan penyakit yang bisa diderita masyarakat dari seluruh golongan umur. Dalam beberapa kasus yang terjadi di Indonesia, pasien penderita pneumonia akut meninggal dunia akibat terlambat penanganan.

Beragam penelitian menunjukan bahwa gejala pneumonia meliputi batuk-batuk, sakit dada, demam, dan biasanya diikuti gejala kesulitan bernapas.  Dari data Asosiasi Paru-Paru Amerika, kebanyakan disebabkan oleh virus dari pernapasan.

Menurut dr. Rifsiah, orang yang sudah terkena pneumonia semestinya segera berobat. Sebab, jika penyakit ini dibiarkan akan fatal akibatnya. “Penderita bisa meninggal jika penyakit ini dibiarkan,” jelasnya.

Pneumonia juga mudah menular. Ada beberapa faktor risiko penularan infeksi pneumonia. Di antaranya adalah kekebalan tubuh lemah. Mereka yang daya tahan tubuhnya sedang tidak baik akan mudah tertular penyakit bila di lingkungannya ada penderita.

Selain itu, orang berusia lanjut sangat rentan tertular. “Jadi tidak ada hubungan pneumonia dengan angin malam,” tegas dokter yang praktek di RS Asih, Tangerang ini.

Meski demikian, masih banyak cara untuk mencegah penularan penyakit tersebut, seperti menempuh pola hidup sehat. Menjaga kondisi tubuh sangat penting. “Jika ada yang batuk, sebaiknya kita menutup mulut dan hidung,” anjurnya.

Sementara untuk orang lanjut usia disarankan melakukan vaksinasi guna mencegah penyakit ini.

Berikut langkah strategis untuk mencegah pneumonia sebagaimana rekomendasi dr. Rifsiah:

- Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
- Mengusahakan sirkulasi udara yang baik di tempat tinggal maupun ruang kerja.
- Hindari rokok dan penderita batuk.
- Makanlah dengan gizi seimbang.
- Lakukan imunasi, terutama untuk anak. Vaksin Hb sudah banyak dipakai untuk menangkal pneumonia.(dokter paru terbaik)

Ragam Penyakit Paru

Ragam Penyakit paru-paru - Ada tiga jenis utama penyakit paru-paru:


  • Penyakit paru-paru sirkulasi – pembuluh darah di paru-paru yang terkena, baik karena bekuan darah, radang pembuluh darah, atau jaringan parut dari pembuluh darah. Kemampuan paru-paru untuk mengambil oksigen dan melepaskan karbon dioksida dipengaruhi. Penyakit sirkulasi paru-paru kadang-kadang menyebabkan masalah jantung.
  • Penyakit saluran napas – saluran udara (tabung) yang membawa oksigen dan gas lainnya ke dalam dan keluar dari paru-paru yang terpengaruh. Dalam kebanyakan kasus, saluran udara baik menjadi terlalu sempit, atau ada penyumbatan. Contohnya termasuk bronkitis kronis, emfisema dan asma. Pernapasan dapat menjadi keras dan bekerja, ada yang mengatakan itu seperti bernapas melalui sedotan.
  • Penyakit jaringan paru – struktur jaringan paru-paru dipengaruhi. Peradangan jaringan atau jaringan parut menyebabkan penyakit paru restriktif – paru-paru tidak dapat memperluas sepenuhnya, sehingga sulit untuk napas oksigen dalam, dan menyingkirkan karbon dioksida (napas keluar). Contohnya termasuk sarkoidosis dan fibrosis paru.

Beberapa penyakit paru-paru termasuk kombinasi dari dua atau tiga jenis. Menurut National Institutes of Health (NIH), Amerika Serikat, penyakit paru-paru yang paling umum di Amerika Serikat adalah:

  • Edema paru
  • Pneumonia
  • Kanker paru-paru
  • Empisema
  • PPOK (penyakit paru obstruktif kronik)
  • Bronkitis
  • Atelektasis – runtuhnya bagian dan kadang-kadang semua (kurang umum) dari paru-paru
  • Ssma

Penyakit paru-paru lainnya termasuk – Asbestosis, aspergilloma, Aspergillosis, Aspergillosis – akut invasif, Bronkiektasis, Bronchiolitis obliterans pengorganisasian pneumonia (Boop), eosinofilik pneumonia, kanker paru-paru metastatik, Necrotizing pneumonia, efusi pleura, Pneumokoniosis, Pneumonia pada pasien imunodefisiensi, Pneumotoraks, actinomycosis paru , proteinosis paru alveolar, antraks paru, malformasi arteri paru, fibrosis paru, emboli paru, paru histiocytosis X (eosinophilic granuloma), hipertensi paru, Nocardiosis paru, TBC paru, penyakit veno-oklusif paru, penyakit paru-paru Arthritis, dan Sarkoidosis.
(dokter paru terbaik)

Gejala-Gejala Tumor Paru dan Mengobatinya

Gejala-Gejala Tumor Paru dan Mengobatinya - Tumor paru-paru atau dalam stadium ganas biasa disebut kanker paru-paru adalah sebuah penyakit dimana terjadi pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali dalam paru-paru.



Penyakit ini tergolong penyakit yang sangat mematikan dan dapat menjangkiti pria maupun wanita.  Mengenali gejala atau tanda-tanda seseorang diduga terkena tumor paru-paru sangat penting sebab hal ini bisa menjadi indikasi awal apakah seseorang benar terkena tumor paru-paru atau tidak.Yang perlu diketahui juga, penderita tumor paru-paru umumnya adalah perokok.

Tanda-Tanda Tumor Paru
Pengidap tumor paru biasanya mengalami sesak nafas saat beraktivitas. Jika seseorang mengalami gejala sesak nafas yang tak kunjung sembuh, bisa jadi orang tersebut terindikasi mengidap tumor paru-paru.

Tanda lainnya seseorang terkena jenis penyakit tumor ini adalah ketika seseorang sakit batuk yang tak segera sembuh. Jika seseorang mengalami batuk secara terus-menerus sampai lebih dari seminggu, hal ini perlu diwaspadai.

Sebab tak menutup kemungkinan orang tersebut terkena tumor paru-paru. Batuk yang berkepanjangan merupakan indikasi awal yang bisa mengarah pada terjadinya tumor jenis ini. Gejala awal lainnya seseorang mengidap tumor paru adalah ketika sering merasakan nyeri di dada.

Menurut penelitian, pada umumnya orang yang terkena tumor ini diawali dengan keadaan tersebut. Di samping itu, gejala lainnya adalah mudah merasa lelah dan nafsu makan yang menurun.

Jika Anda, sahabat Anda atau anggota keluarga Anda mengalami gejala-gejala di atas, kemungkinan mereka sedang terkena penyakit tumor paru-paru. Segera memeriksakan diri pada dokter dan cepat mengambil langkah-langkah penyembuhan adalah solusi yang harus segera ditempuh agar penyakit ini bisa diobati sejak dini.

Pengobatan Tumor Paru
Secara medis, langkah pengobatan pada penderita tumor paru biasanya mempertimbangkan seberapa tumor paru yang sedang menjangkiti dan kondisi pasien. Jika tumor tersebut baru menyerang pada bagian paru saja, biasanya dokter akan melakukan operasi untuk mengangkat tumor yang ada di organ tersebut.

Operasi pada tumor paru ada banyak macamnya. Ada yang dinamakan thoracotomy yaitu operasi pengangkatan tumor melalui dinding dada. Jenis operasi tumor paru lainnya adalah sternotomy, yaitu proses penghilangan tumor melalui dada.

Di samping itu, dokter juga bisa melakukan operasi yang disebut Anterioaxillary Thoracotomy (AAT) atau Posterolater Thoracotomy (PLT). AAT merupakan operasi melalui dada depan.

Sedang PLT merupakan operasi lewat dada bagian belakang. Dokter akan memilih jenis operasi yang dilakukan tergantung kebutuhan dan kondisi dari pasien penderita tumor paru.

Penanganan medis lainnya terhadap penyakit tumor atau kanker paru ini adalah dengan menggunakan operasi sinar X. Pada operasi ini, sinar laser akan ditembakkan pada bagian paru yang terkena tumor. Dengan demikian diharapkan tumor tersebut dapat disembuhkan.

Namun demikian, operasi medis tersebut memiliki kelemahan. Menurut sebuah penelitian, penderita kanker paru yang bisa disembuhkan lewat operasi biasanya hanya akan mampu bertahan dalam lima tahun. Sehingga, tetap dibutuhkan upaya alternatif untuk mengobati tumor paru ini.

Salah satu obat yang banyak direkomendasikan penderita paru yang berhasil sembuh adalah Sarang Semut. Obat herbal anti tumor asal Papua ini mengandung senyawa aktif yang banyak dibutuhkan tubuh untuk kesehatan.

Teruskan membaca di halaman Adakah Peluang Sembuh dari Tumor Rahim untuk mendapatkan keterangan berguna lainnya seputar pengobatan tumor juga halaman Obat Tumor.(dokter paru terbaik)

Fungsi dan Cara Kerja Paru-Paru Manusia

Fungsi dan Cara Kerja Paru-Paru Manusia - Pernahkah anda membayangkan jika anda tidak bernafas selama beberapa menit ? kira – kira bangaimana rasanya ? atau pernahkah anda mencoba untuk menahan nafas selama beberapa detik.? Lalu bagaimanakah rasanya. ? tidak nyaman bukan. ? hanya beberapa detik saja kita tidak nafas rasanya sangat tidak mengenakan, apa lagi lebih dari itu,, mungkin bakal detttt kita? Hehehe. Sebenarnya tahukah anda bagaimana proses pernafasan itu terjadi dan organ apa yang bekerja didalamnya. Belum tau ? nah akan coba saya jelaskan. Sebenarnyan ada beberapa organ yang terlibat didalam proses pernapasan, Hidung, faring, laring, trakea, bronkus dan paru paru. Akan tetapi  Paru paru adalah organ yang akan kita bahas dalam proses pernapasan ini. Mari kita ke TKP...


Apa itu Paru-paru ?

Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara. Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Istilah kedokteran yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai di pulmo-, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru. (sumber : Wikipedia )

Anatomi Paru paru
Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli). Gelembung alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Jika dibentangkan luas permukaannya ± 90m2. Banyaknya gelembung paru-paru ini kurang lebih 700juta buah.

Paru-paru dibagi dua:
Paru-paru kanan terdiri dari tiga lobus, lobus pulmodekstra superior, lobus media, dan lobus inferior. Paru-paru kiri, terdiri dari dua lobus, pulmo sinistra lobus superior dan lobus inferior. Tiap-tiap lobus terdiri dari belahan yang lebih kecil bernama segmen. Paru-paru kiri mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dan lima buah segmen pada inferior. Paru-paru kanan mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dua buah segmen pada lobus medial, dan tiga buah segmen pada lobus inferior. Tiap-tiap segmen ini masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan yang bernama lobulus.

Diantara lobulus satu dengan yang lainnya dibatasi oleh jaringan ikat yang berisi pembuluh darah getah bening dan saraf, dalam tiap-tiap lobulus terdapat sebuah bronkeolus. Di dalam lobulus, bronkeolus ini bercabang-cabang yang disebut duktus alveolus. Tiap-tiap duktus alveolus berakhir pada alveolus yang diameternya antara 0,2 – 0,3 mm.

Letak paru-paru di rongga dada datarannya menghadap ke tengah rongga dada/kavum mediastinum. Pada bagian tengah terdapat bagian tampuk paru-paru yang disebut hilus. Pada mediastinum depan terdapat jantung. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Pleura dibagi menjadi dua:
1. Pleura visceral (selaput dada pembungkus), yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru.
2. Pleura parietal, yaitu selaput yang melapisi rongga dada luar.
Antara kedua pleura ini terdapat ronggga (kavum) yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura ini hampa udara, sehingga paru-paru dapat berkembang kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaan pleura, menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada sewaktu ada gerakan bernafas.

Cara Kerja Paru – paru



Paru-paru berfungsi sebagai penyuplai oksigen bagi tubuh kita, dan ia bekerja secara otomatis. Ketika tubuh bekerja keras, paru-paru akan bekerja lebih cepat. Sebaliknya, ketika tubuh dalam keadaan santai, paru-paru juga bekerja dengan lebih pelan.

Manusia menghirup udara untuk mendapatkan oksigen, namun tidak semua udara yang dihirup dapat digunakan oleh tubuh, karena udara tercampur dengan berbagai jenis gas. Pada waktu kita bernapas, paru-paru menarik udara dari ruang tenggorokan. Saat dihembuskan, rangka tulang rusuk tertarik ke arah dalam, dan diafragma di bawah tulang rusuk bergerak ke atas. Ketika paru-paru mengecil, udara yang ada di dalam kantung udara sedikit demi sedikit terdorong ke luar melalui batang tenggorokan.
(dokter paru terbaik)

Flek Paru pada Anak

Flek Paru pada Anak - Tidak nyaman rasanya, kalau kita terserang batuk yang tak henti. Apalagi bila yang terserang batuk adalah si kecil. Batuk, merupakan indikasi dari berbagai penyakit yang bisa dialami oleh anak. Tetapi bila batuk disertai dengan gejala sesak nafas, bisa jadi ini pertanda ia terkena flek paru.

Istilah vlek , sebenarnya berasal dari bahasa Belanda yang berarti bercak. Secara medis, istilah ini umum digunakan dokter untuk menunjukkan kelainan yang terlihat pada hasil foto rontgen.



Istilah flek paru biasanya digunakan sebagian dokter untuk memperhalus istilah TBC. Menurut literatur, bercak ini sendiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya lendir karena infeksi atau alergi, proses radang seperti pada infeksi akibat TBC atau kuman yang lainnya.

Flek paru-paru atau TBC pada anak biasanya ditularkan dari orang dewasa yang menderita TBC. Flek paru-paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri ini bisa menginfeksi bayi atau balita melalui percikan ludah saat batuk, bersin atau udara pernapasan dari penderita TBC dewasa.

Bakteri tuberculosis bisa menyerang orang dewasa maupun anak di bawah usia 2 tahun, orang yang memiliki imunitas rendah dan tinggal di lingkungan orang-orang penderita TBC juga rentan terinfeksi bakteri tuberculosis.

Gejala

Anak yang terinfeksi bakteri tuberculosis akan menunjukkan gejala berikut ini :

1.   Demam selama 3 bulan berturut-turut, kondisinya tidak berubah meski bayi diberi obat penurun panas.

2.   Berat badan anak tidak meningkat seiring bertambahnya usia meski asupan makanan bergizi sudah terpenuhi.

3.   Diare kronik terus menerus yang tidak bisa disembuhkan dengan obat biasa.

Sebaiknya jauhkan anak Anda dari penderita TBC aktif sebab penyakit ini bisa menyebar dengan mudah melalui udara. Selain itu, berikan pula imunisasi BCG supaya bayi memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap serangan bakteri ini.

TB Pada Bayi Bisa Menyebar

Kondisi bayi yang kekebalan tubuh alaminya belum sempurna rentan terkena flek paru-paru. Bayi yang menderita TBC berisiko lebih berat ketimbang orang dewasa. Pada orang dewasa TB akan terlokalisasi hanya di paru-paru karena kekebalan tubuh orang dewasa telah sempurna. Sementara pada bayi dan anak-anak, bakteri bisa menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh sehingga bisa menyebabkan terjadinya TB hati, TB tulang, TB selaput otak atau meningitis pada anak. Karena itu, flek paru-paru pada anak harus diobati secepatnya bila sudah terdeteksi.

Pengobatan

Pengobatan penyakit TBC pada anak memang berbeda dengan TBC dewasa. Biasanya pengobatan pada anak menggunakan obat anti-TB yang di konsumsi selama 6 bulan, pengobatan bisa bertambah 3 bulan untuk mencegah kekambuhan. Pengobatan harus rutin dan tidak boleh berhenti sebelum waktu yang sudah ditentukan. Jika berhenti kuman akan muncul lagi dan kebal terhadap obat.

TB pada anak tergantung dari daya tahan tubuhnya, tidak semua anak yang memiliki flek paru-paru akan jatuh sakit. Bisa saja bayi terjangkit bakteri TB namun basil itu mati atau hanya bersarang di dalam tubuh, tidak aktif dan tidak mengganggu.(dokter paru terbaik)

Berbahayakah Flek Paru pada Anak?

Berbahayakah Flek Paru pada Anak? SAAT ini flek paru pada anak sudah tidak asing lagi di telinga kita. Banyak sekali anak-anak baik dari keluarga, saudara, ataupun tetangga yang divonis mengidapnya dan tentunya harus minum obat jangka lama, paling tidak hingga 6 bulan. Jika ditanyakan kepada orang tuanya apa yang dimaksud flek paru ? Biasanya orang tua tidak dapat menjelaskan secara pasti dan hanya mengatakan menjalani perintah dokter saja untuk rajin dan rutin mengkonsumsi obat-obatan yang telah diberikan.



Flek paru, ditandai badan panas tinggi dan batuk-batuk. Penyakit ini muncul akibat tertular dari orang lain yang telah terinfeksi TBC. Bisa jadi, batuk merupakan indikasi dari berbagai penyakit yang bisa dialami anak. Tetapi bila batuk disertai gejala sesak napas, kemungkinan ini pertanda ia terserang flek paru.
Menurut dr  Elijawati, Sp.A (K), dokter mitra spesialis anak RS Telogorejo Semarang selama ini ada kesalahan persepsi yang terlanjur berkembang di masyarakat, bahwa flek paru identik dengan penyakit Tuberkulosis (TBC/TB). Padahal banyak penyakit lain yang juga ditandai dengan adanya flek ini. Biasanya jika dokter mendiagnosis flek paru bisa dimungkinkan ada keraguan dokter, bisa jadi karena alat diagnosisnya belum banyak, jadi masih belum tegas.

’’Dokter bisa saja curiga pasien anak tersebut terkena TBC. Tetapi untuk memastikan bahwa anak benar terkena TBC, harus diperiksa secara kompleks. Kenapa dokter memberitahu orang tua dengan menyebut  ëflek paruí adalah hanya untuk memperhalus istilah saja agar tidak membuat orang tua pasien ketakutan. Anggapan mengidap penyakit TBC sering membuat orang takut, sehingga ketika akan mendiagnosis TBC, dokter lebih nyaman mengatakan pada orang tua, bahwa anak terkena flek,’’terangnya.

Ada sedikit kesulitan saat mendiagnosis TB pada anak, misalnya dengan tes sputum BTA yaitu dengan mengambil dahak untuk diuji di laborat apakah terkena penyakit tersebut apa tidak.

’’Biasanya dokter mendiagnosis ataupun mendeteksi dengan cara skoring sebagai uji taktis. Misalnya kalau skoring TB, ada tidak yang telah kontak dengan pasien TB. Bagaimana berat badannya apakah memiliki gizi yang baik/buruk. Bagaimana tipe batuknya apakah lama/tidak, sering terjadi demam apa tidak, terdapat pembesaran kelenjar getah bening apa tidak. Bisa juga ada pembekakan di tulang-tulang atau sendi apa tidak, kemudian diperkuat dengan dilakukan rontgen. Semua itu mempunyai skoring-skoringnya tersendiri serta jika diperlukan mungkin bisa dilakukan CT scan,’’terangnya.

Flek paru pada anak biasanya ditularkan dari orang dewasa. Bakteri ini menyebar melalui percikan ludah, batuk, bersin, udara pernapasan dari penderita tuberkulosis (TBC) kepada anak-anak. Biasanya anak dengan daya tahan tubuh buruk akan dengan mudah tertular. Gejala khasnya, berat badan kurang dan jika diberikan bermacam-macam obat berat badannya belum juga naik.

’’Apalagi diperparah dengan lingkungan yang buruk, banyak orang meludah sembarangan, atau berada di perumahan kumuh, kemungkinan orang tua harus curiga anaknya terkena TBC. Jika tidak segera ditangani dikhawatirkan akan mengganggu tumbuh kembang anak misalnya badan yang semakin kurus sehingga mudah sakit. Komplikasi bisa terjadi di luar paru atau di dalam paru, atau hampir semua organ bisa dihinggapi TBC, jika dibiarkan bisa mengakibatkan radang otak sehingga bisa meninggal,’’ungkapnya.

Mengetahui gejala sejak dini, memperbesar peluang kesembuhan secara total dengan pemberian obat maupun antibiotik yang tepat. Namun bila terlambat, apalagi jika sudah disertai komplikasi, tentu jadi lebih sulit. Pengobatan berlangsung lama dan harus dijalani secara intensif, bisa dengan jangka pendek atau panjang, jangka pendek minimal 6 bulan dengan pengobatan teratur. Selain itu diperlukan juga pemeriksaan lanjutan, untuk melihat berapa besar keberhasilan pengobatan yang diberikan, juga untuk mengetahui apakah obat-obatan tersebut berdampak positif dalam penyembuhan.

Yang terpenting, beberapa minggu mengkonsumsi obat-obatan, si kecil akan terlihat lebih baik dan gejala-gejala yang timbul perlahan menghilang. Namun seringkali terjadi karena keharusan minum obat dalam jangka waktu lama, si pasien jadi bosan atau merasa sudah sembuh, hingga pengobatannya tidak tuntas. Padahal kalau pengobatannya tidak tuntas, si pasien akan kebal terhadap obat tersebut. Bila suatu saat kembali terserang kuman TBC di paru-parunya, maka pengobatannya jadi lebih sulit, pesannya.
Cara pencegahan, untuk bayi berikan zat-zat kekebalan tubuh sejak lahir, seperti zat yang terkandung dalam ASI dan juga sebaiknya menghindari kontak fisik dengan penderita TBC yang masih terinfeksi aktif. Biasakan juga anak untuk memiliki waktu istirahat yang cukup dan olahraga yang teratur.

’’Selain itu nutrisi baik dengan gizi makanan yang seimbang, lingkungan sehat, kebersihan rumah, perbaikan ekonomi bagi penderita misalnya jangan membeli hal-hal yang tidak penting lebih baik untuk perbaikan nutrisi keluarga saja dan tentunya pemberian imunisasi BCG wajib hukumnya agar bayi memiliki imun (pertahanan) terhadap serangan bakteri ini,’’ujarnya.

Yang perlu diperhatikan, bagi para orang tua yang anaknya telah mengidap flek paru ataupun positif TBC tidak perlu khawatir terlalu berlebihan. TBC bisa disembuhkan secara tuntas apabila penderita mengikuti anjuran dokter untuk minum obat secara teratur dan rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan, serta mengkonsumsi makanan yang bergizi cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Orang tua juga harus waspada dan perhatian ektra karena jika penderita  tidak rutin untuk meminum obatnya biasanya pengobatan bisa gagal dan perlu diulang. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi dokter paru. (dokter paru terbaik)